Gempa Ke 2.811 Guncang Aceh
Gempa bumi berkekuatan 5,4 pada Scala Reichter (SR) kembali mengguncang Provinsi Aceh, Jumat (28/12) pukul 12.24. Gempa tersebut merupakan gempa ke 2.811 melanda Aceh sepanjang tahun 2007. Gempa bumi yang dirasakan di Sabang, Banda Aceh dan Takengon 2-3 MMI serta dirasakan di Takengon dan Lhokseumawe 3-4 MMI itu, terjadi sekitar 60 detik menjelang warga melaksanakan shalat Jumat di masjid-masjid.
Warga khawatir dengan gempa yang terjadi menjelang akhir tahun 2007 itu, karena masyarakat Aceh tiga hari lalu baru saja melaksanakan peringatan tiga tahun bencana tsunami dengan berdoa di masjid-masjid dan kuburan massal. Sehingga warga yang berada di pertokoan, ketika gempa langsung berhamburan ke luar menghindari reruntuhan bangunan. Karena gempa yang terjadi siang hari itu guncangannya sedikit agak lama terasa dibandingkan
gempa-gempa sebelumnya.
Begitu pun, tidak ada laporan korban jiwa dan bangunan yang runtuh akibat gempa bumi tersebut. Tidak berapa lama setelah gempa warga kembali beraktivitas secara normal. Namun jalanan agak sepi karena sholat Jumat di masjid. Kepala Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Geofisika Mata Ie, Banda Aceh, Syahnan, kepada wartawan menyebutkan gempa bumi itu terjadi di laut pada lokasi 5.48 Lintang Utara (LU) dan 95.88 Bujur
Timur (BT).
Atau sekitar 13 kilometer Barat Laut Sigli pada kedalamam 10 kilometer, ungkap Syahnan seraya menambahkan, sepanjang tahun 2007 sudah 2.811 kali gempa melanda Aceh dan 48 kali di antaranya tercatat dirasakan manusia. Syahnan merincikan untuk Desember 2007 saja, jumlah gempa bumi yang menghentak bumi Serambi Mekkah sebanyak 159 kali dan lima kali gempa di antaranya dirasakan manusia.
Sejarah mencatat gempa bumi terdahsyat melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, dengan kekuatan 8,9 SR yang diikuti gelombang tsunami. Dampak bencana alam itu telah memporakporandakan pesisir Aceh dan merenggut sekitar 160 ribu korban jiwa.
Di Pidie
Gempa bumi berkekuatan 5,4 SR juga mengguncang Kabupaten Pidie, Jumat (28/12) sekira pukul 12:25. Pusat gempa 13 km, Kabupaten Pidie. Demikian sumber BMG Aceh. Goncangan gempa di hari Jumat tersebut sempat membuat warga panik, terutama bagi warga di dalam gedung. Begitu pun warga yang tinggal di daerah pesisir lari puntang-panting menyelamatkan diri. Warga takut gempa tersebut dapat berpotensi tsunami, seperti terjadi 26 Desember 2004 lalu.
Padahal sumber BMG Aceh menyebutkan gempa yang terjadi kemarin siang itu tidak berpotensi tsunami." Kami masih trauma dengan tsunami tiga tahun lalu. Jadi kami lari saja dulu untuk selamatkan diri" ujar Kafrawi, 34 Warga Geunteng Bate, Kabupaten Pidie.
Di Sabang
Gempa bumi berkekuatan sama juga mengguncang Pulau Weh (Sabang) dan sekitarnya, sehingga membuat panik warga yang sempat berhamburan ke luar dari rumah untuk menghindari ambruknya bangunan gedung. Gempa bumi yang dinilai sangat kuat terjadi sekira pukul 12.30, menurut informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika BMG Banda Aceh, gempa bumi tersebut berkekuatan 5,4 skala rekhter dan berlokasi di 13 kilometer barat laut kota sigli dengan kedalaman 10 kilometer
Seperti keterangan Syamsul Bahri, Kepala BMG Kota Sabang, "ya, informasi yang kami terima dari BMG Mata'ie Banda Aceh, lokasi gempa berada pada 5.8 lintang timur,95.88 bujur timur dan berjarak 13 kilometer dari sigli serta berkedalaman 10 kilometer di dasar laut."
Di Bireuen
Sementara gempa bumi yang menguncang Bireuen terjadi kurang lebih satu menit, juga membuat warga Kota Satelit berlarian ke luar rumah dan kantor menghindari hal tidak diinginkan. Lina, 27, salah seorang warga Bireuen kepada Waspada mengatakan, saat terjadinya gempa bumi itu, dia sedang berada di dalam rumahnya, setelah merasakan adanya goncangan dan mendengar suara seperti benda retak, dia beserta keluarga langsung berlarian ke luar rumah. (b04/b20/b29/cih)
Sumber : Waspada Online



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar