MENU
Poll: Jajak Pendapat
Bagaimana Menurut anda situs KP4D.ONLINE yang baru ini?
TRAINING KP4D Tanggal 1 - 2 Agustus 2007
Training ini dilaksanakan di Aula Hotel Rajawali - Banda Aceh, asal peserta KP4D Wilayah Sabang dan Aceh Besar.
PROSES DAN PENGELOLAAN PELATIHAN
Proses training ini difasilitasi oleh Agus Halim Wardana dan Azanuddin Kurnia alias Zein, berasal dari ED Walhi Aceh. Adapun alur dan materi yang ditawarkan, yaitu: penyampaian materi perencanaan partisipatif dan perencanaan gampong dan wilayah, analisis sosial atau ANSOS; menyusun program kerja dan membuat proposal, diakhiri dengan rencana tindak lanjut. Metode yang digunakan dalam proses training adalah presentasi materi dan tehnik-tehnik brain storming, diskusi kelompok dan tanya jawab untuk mendapat umpan balik, serta menggunakan video film berbagai alat bantu, overhead projector, papan tulis, flipchart, dan lain-lain.
Perencanaan Gampong adalah cara mengelola Gampong secara bersama dan untuk mencapai cita-cita bersama, oleh karenanya dalam perencanaan Gampong harus melibatkan masyarakat dan berbagai pihak, seperti: aparat desa dan tokoh masyarakat lainnya, bekerjasama dan berdiskusi untuk mendapatkan keputusan yang baik. Perlu orang yang dapat dipercaya dan aturan yang disepakati untuk melakukan kegiatan perencanaan. Diperlukan pemetaan dan identifikasi potensi gampong. Perencanaan Gampong dapat dibuat dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
Disampaikan pada Analisa Sosial (Ansos), pada dasarnya Ansos merupakan upaya untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu, konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya), konteks nilai, dan konteks tingkat atau aras lokasi (lokal dan global). Hal ini bermanfaast untuk memahami persoalan yang berkembang secara mendalam dan seksama, mengetahui kelompok masyarakat yang dirugikan, untuk mengetahui potensi dan tindakan yang diperlukan dalam penyelesaian masalah.
Materi pelatihan pembuatan proposal didiskusikan secara berkelompok komponen dan susunan dalam proposal serta tehnik-tehnik penyajiannya, terdiri dari: halaman judul, latar belakang masalah, tujuan dan hasil yang diharapkan, metode yang akan dijalankan, Gambaran kegiatan, Sumber daya yang diperlukan, tujuan dan hasil yang diharapkan, indikator keberhasilan, anggaran biaya, monitoring dan evaluasi, lampiran. Proposal biasanya mengikuti keinginan donor, misalnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Terpenting dalam pembuatan proposal adalah realitas objektif, tujuan yang akan dicapai dan anggaran yang masuk akal. Disamping itu, kita perlu mendesak lembaga donor untuk memperhatikan proposal kita dengan cara melobi.
REKOMENDASI
Proses training ini difasilitasi oleh Agus Halim Wardana dan Azanuddin Kurnia alias Zein, berasal dari ED Walhi Aceh. Adapun alur dan materi yang ditawarkan, yaitu: penyampaian materi perencanaan partisipatif dan perencanaan gampong dan wilayah, analisis sosial atau ANSOS; menyusun program kerja dan membuat proposal, diakhiri dengan rencana tindak lanjut. Metode yang digunakan dalam proses training adalah presentasi materi dan tehnik-tehnik brain storming, diskusi kelompok dan tanya jawab untuk mendapat umpan balik, serta menggunakan video film berbagai alat bantu, overhead projector, papan tulis, flipchart, dan lain-lain.
Perencanaan Gampong adalah cara mengelola Gampong secara bersama dan untuk mencapai cita-cita bersama, oleh karenanya dalam perencanaan Gampong harus melibatkan masyarakat dan berbagai pihak, seperti: aparat desa dan tokoh masyarakat lainnya, bekerjasama dan berdiskusi untuk mendapatkan keputusan yang baik. Perlu orang yang dapat dipercaya dan aturan yang disepakati untuk melakukan kegiatan perencanaan. Diperlukan pemetaan dan identifikasi potensi gampong. Perencanaan Gampong dapat dibuat dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
Disampaikan pada Analisa Sosial (Ansos), pada dasarnya Ansos merupakan upaya untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu, konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya), konteks nilai, dan konteks tingkat atau aras lokasi (lokal dan global). Hal ini bermanfaast untuk memahami persoalan yang berkembang secara mendalam dan seksama, mengetahui kelompok masyarakat yang dirugikan, untuk mengetahui potensi dan tindakan yang diperlukan dalam penyelesaian masalah.
Materi pelatihan pembuatan proposal didiskusikan secara berkelompok komponen dan susunan dalam proposal serta tehnik-tehnik penyajiannya, terdiri dari: halaman judul, latar belakang masalah, tujuan dan hasil yang diharapkan, metode yang akan dijalankan, Gambaran kegiatan, Sumber daya yang diperlukan, tujuan dan hasil yang diharapkan, indikator keberhasilan, anggaran biaya, monitoring dan evaluasi, lampiran. Proposal biasanya mengikuti keinginan donor, misalnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Terpenting dalam pembuatan proposal adalah realitas objektif, tujuan yang akan dicapai dan anggaran yang masuk akal. Disamping itu, kita perlu mendesak lembaga donor untuk memperhatikan proposal kita dengan cara melobi.
REKOMENDASI
- Mendesak pihak Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi Aceh – Nias untuk segera merehabilitasi dan membangun rumah korban bencana gempa dan tsunami sesuai kebutuhan masyarakat korban dan standar kelayakan paling lambat Desember 2007.
- Mendesak pihak Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dan Pemerintah Kota Sabang agar menyediakan lahan bagi korban bencana tsunami yang belum memiliki lahan dan rumah.
- Mendesak BRR Aceh – Nias agar mengakui KP4D berada di bawah struktur BRR Aceh – Nias dengan segera mengeluarkan Surat Keputusan.
- Mendesak BRR Aceh – Nias agar memberikan hak-hak KP4D, seperti: insentif, biaya operasional dan fasilitas kegiatan lainnya yang diperlukan dalam menunjang program kerja KP4D.
- BRR Aceh – Nias sesudah menetapkan SK KP4D harus memberikan penjelasan atas fungsi dan tugas KP4D kepada tenaga KP4D.
- Mendesak BRR Aceh – Nias agar memberikan penjelasan dan mempublikasikan melalui media setiap kebijakan BRR kepada semua masyarakat Aceh
- BRR Aceh-Nias dan Pemerintah Daerah harus memperbaiki kinerjanya dalam melakukan proses rehabiitasi dan rekonstruksi pembangunan rumah.
Rekomendasi ini akan di tanda tangan oleh semua peserta juga menuliskan alamat peserta, semoga ini menjadi catatan pada pihak yang terkait dan catatan penting kalau ini ditolak kita akan ada langkah tersendiri.
Harapan dan Rencana untuk Pegembangan Pengetahuan dan Keterampilan Peserta, yakni:
Harapan dan Rencana untuk Pegembangan Pengetahuan dan Keterampilan Peserta, yakni:
- Adanya pelatihan khusus penulisan proposal yang berkualitas
- Penataran yang berkaitan dengan KP4D
- Ada pelatihan komputer dan fasilitas yang khusus diperuntukkan untuk KP4D
- Diadakan studi banding
- Adanya pemberdayaan masyarakat /pengorganisasian
- Membahas sistem informasi di tingkat gampong dan di tingkat kecamatan
- Apa yang dimiliki setelah training KP4D dapat disosialisasikan
- Adanya pelatihan KP4D di gampong masing-masing KP4D
- Ada pertemuan lanjutan untuk KP4D
- Ada papan informasi untuk masyarakat di setiap gampong
Pelatihan KP4D ditutup oleh Bapak Amirullah. Pada kesempatan tersebut peserta berharap agar rekomendasi peserta dapat disampaikan kepada BRR. Bapak Amirullah akan memfasilitasi peserta jika berkeinginan bertemu pihak BRR dan akan menyampaikan rekomendasi peserta, serta mengharapkan pembelajaran yang sudah diperoleh dapat bermanfaat.
Rate this article



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar