MENU
Poll: Jajak Pendapat
Bagaimana Menurut anda situs KP4D.ONLINE yang baru ini?
TRAINING KP4D Tanggal 3 - 4 Agustus 2007
Training ini dilaksanakan di Aula Hotel Cakradonya - Banda Aceh, asal peserta KP4D Wilayah Banda Aceh
PROSES DAN PENGELOLAAN PELATIHAN
Proses training ini difasilitasi oleh Lukman Hakim dan Samsul Aqmari. Fasilitator menawarkan materi pelatihan, mencakup: analisis sosial, pembuatan proposal, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas organisasi dan managemen keuanga. Metode yang digunakan, yakni: presentasi, brain storming, diskusi kelompok dan tanya jawab untuk mendapat umpan balik, serta berbagai alat bantu, seperti: overhead projector, papan tulis, flipchart, dan lain-lain.
Pada hari pertama peserta mendiskusikan tema analisa sosial dan pengenalan diri dan organisasi KP4D, dan melakukan pelatihan pembuatan proposal, seluk beluk dan penyusunan proposal. Kebanyakan peserta tidak mempunyai pengalaman dalam pembuatan proposal. Disampaikan oleh pelatih Lukman Hakim, untuk membuat proposal ada sistematikanya dan daur rancangan kegiatan berupa asessment, bertujuan untuk mencari tahu masalah di gampong dan mengumpulkan data persoalan yang akan digunakan dalam penyusunan proposal.
Dalam diskusi kelompok peserta merumuskan susunan proposal, mencakup: judul aktifitas, profil organisasi, latar belakang dan masalah, tujuan dan aktifitas yang akan dilakukan, indikator keberhasilan kegiatan, kelompok sasaran dan penerima manfaat, penanggungjawab dan pelaksana kegiatan, anggaran kegiatan, waktu dan tempat. Fasilitator mengajak peserta berlatih membuat proposal dengan mengunakan panduan susunan proposal yang sudah dibuat dan berdiskusi isi proposal. Disamping itu dibahas, perlunya monitoring atau pemantauan terhadap kegiatan, system monitoring dilakukan dengan cara membuat laporan secara berkala yang berguna untuk menjadi bahan kegiatan dalam melakuakan evaluasi program dan dalam melakukan kerjasama dengan lembaga dana, dilakukan dengan mempertimbangkan etika dan adat istiadat di masyarakat, serta mengenali visi dan misi lembaga yang menjadi alamat tujuan proposal kita. Ulama di kampong dan bahkan seluruh masyarakat diajak terlibat dalam membicarakan dan memutuskan isi proposal. Lembaga dapat melakukan lobbi untuk memastikan bahwa gagasan dalam proposal dapat diterima dan dipahami lembaga donor.
Pada hari kedua, peserta membahas dan melakukan pelatihan topik monitoring dan evaluasi program. Monitoring dan evaluasi (Monev) adalah kegiatan yang dilakukan untuk melihat dan mengawasi perjalanan program kita, mengetahui kemajuan dan capaian program, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan program. Monev dapat dilakukan dengan membentuk tim Monev yang bertugas melakukan pemantauan dan penilaian. Biasanya lembaga pendukung mempunyai tim Monev dalam melakukan penilaian program. Monev dapat dilakukan melalui pertemuan berkala, melakukan wawancara, kujungan lapangan ke lokasi program dan sebagainya.
Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan seringkali menjadi issu yang paling sensitive dalam kegiatan Monev. Idealnya, laporan keuangan yang disertai dengan dokumen pendukung yang detail dapat dipersiapkan pada saat Monev. Hal ini akan menjadi penilaian bagi lembaga donor terhadap tanggungjawab dan kemampuan organisasi dalam mengelola program. Serta dapat membangun dan menjada kepercayaan lembaga donor dalam melakukan kerjasama di masa mendatang.
HARAPAN PESERTA
Dalam pelatihan KP4D ini, peserta training dari Gampong Lamgugop, Kecamatan Syah Kuala, Kota Banda Aceh, yang mengusulkan kegiatan kongkrit Pembuatan Sumur Bor dan MCK, agar dapat difasilitasi oleh BRR. Pengadaan sumur bor dan MCK dikarenakan sumber air yang ada terasa asin dan tidak layak konsumsi, yang dapat menimbulkan penyakit. Pembangunan sumur bor dan MCK diharapkan dapat dimanfaatkan untuk air bersih dan meningkatkan pendapatan perempuan yang berprofesi sebagai tukang cuci.
Proses training ini difasilitasi oleh Lukman Hakim dan Samsul Aqmari. Fasilitator menawarkan materi pelatihan, mencakup: analisis sosial, pembuatan proposal, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas organisasi dan managemen keuanga. Metode yang digunakan, yakni: presentasi, brain storming, diskusi kelompok dan tanya jawab untuk mendapat umpan balik, serta berbagai alat bantu, seperti: overhead projector, papan tulis, flipchart, dan lain-lain.
Pada hari pertama peserta mendiskusikan tema analisa sosial dan pengenalan diri dan organisasi KP4D, dan melakukan pelatihan pembuatan proposal, seluk beluk dan penyusunan proposal. Kebanyakan peserta tidak mempunyai pengalaman dalam pembuatan proposal. Disampaikan oleh pelatih Lukman Hakim, untuk membuat proposal ada sistematikanya dan daur rancangan kegiatan berupa asessment, bertujuan untuk mencari tahu masalah di gampong dan mengumpulkan data persoalan yang akan digunakan dalam penyusunan proposal.
Dalam diskusi kelompok peserta merumuskan susunan proposal, mencakup: judul aktifitas, profil organisasi, latar belakang dan masalah, tujuan dan aktifitas yang akan dilakukan, indikator keberhasilan kegiatan, kelompok sasaran dan penerima manfaat, penanggungjawab dan pelaksana kegiatan, anggaran kegiatan, waktu dan tempat. Fasilitator mengajak peserta berlatih membuat proposal dengan mengunakan panduan susunan proposal yang sudah dibuat dan berdiskusi isi proposal. Disamping itu dibahas, perlunya monitoring atau pemantauan terhadap kegiatan, system monitoring dilakukan dengan cara membuat laporan secara berkala yang berguna untuk menjadi bahan kegiatan dalam melakuakan evaluasi program dan dalam melakukan kerjasama dengan lembaga dana, dilakukan dengan mempertimbangkan etika dan adat istiadat di masyarakat, serta mengenali visi dan misi lembaga yang menjadi alamat tujuan proposal kita. Ulama di kampong dan bahkan seluruh masyarakat diajak terlibat dalam membicarakan dan memutuskan isi proposal. Lembaga dapat melakukan lobbi untuk memastikan bahwa gagasan dalam proposal dapat diterima dan dipahami lembaga donor.
Pada hari kedua, peserta membahas dan melakukan pelatihan topik monitoring dan evaluasi program. Monitoring dan evaluasi (Monev) adalah kegiatan yang dilakukan untuk melihat dan mengawasi perjalanan program kita, mengetahui kemajuan dan capaian program, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan program. Monev dapat dilakukan dengan membentuk tim Monev yang bertugas melakukan pemantauan dan penilaian. Biasanya lembaga pendukung mempunyai tim Monev dalam melakukan penilaian program. Monev dapat dilakukan melalui pertemuan berkala, melakukan wawancara, kujungan lapangan ke lokasi program dan sebagainya.
Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan seringkali menjadi issu yang paling sensitive dalam kegiatan Monev. Idealnya, laporan keuangan yang disertai dengan dokumen pendukung yang detail dapat dipersiapkan pada saat Monev. Hal ini akan menjadi penilaian bagi lembaga donor terhadap tanggungjawab dan kemampuan organisasi dalam mengelola program. Serta dapat membangun dan menjada kepercayaan lembaga donor dalam melakukan kerjasama di masa mendatang.
HARAPAN PESERTA
Dalam pelatihan KP4D ini, peserta training dari Gampong Lamgugop, Kecamatan Syah Kuala, Kota Banda Aceh, yang mengusulkan kegiatan kongkrit Pembuatan Sumur Bor dan MCK, agar dapat difasilitasi oleh BRR. Pengadaan sumur bor dan MCK dikarenakan sumber air yang ada terasa asin dan tidak layak konsumsi, yang dapat menimbulkan penyakit. Pembangunan sumur bor dan MCK diharapkan dapat dimanfaatkan untuk air bersih dan meningkatkan pendapatan perempuan yang berprofesi sebagai tukang cuci.
Rate this article



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar