KP4D Protes Pembatalan Rehab Rumah
Ketua Komite Percepatan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Desa (KP4D) Kecamatan Pintu Rime Gayo Bener Meriah, Salio KS, Minggu (6/4) kepada Serambi mengatakan, alasan pembatalan rehab rumah bantuan BRR Aceh-Nias di kedua kabupaten itu sungguh tidak beralasan. Sebab, menurut Salio, akibat gempa pada akhir tahun 2004 silam, telah terdata bahwa banyak rumah warga di wilayah itu rusak. “Sangat disesalkan jika pihak BRR Aceh -Nias, membatalkan bantuan tersebut,alasan mereka tidak rasional,” tegas ketua KP4D itu. Salio menyebutkan bantuan rehab perumahan Rp 15 juta per unit, harus direalisasikan.
Apalagi bila Kabupaten Bireuen yang berbatasan dengan Pintu Rime Gayo, juga mendapatkan bantuan tersebut. Bapel BRR Aceh, dinilai bertindak diskriminasi dan membeda bedakan, padahal dampak gempa juga terasa di dataran tinggi Gayo. Menurut Salio, sebanyak 500 warga calon penerima bantuan rehabilitasi rumah dari BRR berjumlah 400 unit di Bener Meriah dan 100 unit di Aceh Tengah. Data tersebut telah diterima oleh pihak BRR Aceh, pada pertengahan 2007.
Lebih lanjut dikatakannya, pada dasarnya, wara tidak bersikeras harus menerima dana sebanyak Rp 15 juta, namun warga sangat membutuhkan realisasi dari bantuan itu.
Menurutnya, data sebanyak 500 unit rumah yang akan direhab itu, telah dicek dan dilakukan verifikasi oleh tim Satker Bidang Perumahan Regional III serta telah diusulkan pada juni 2007 lalu. Hasilnya bahkan telah diberikan kepada tim enteri data pada BRR Aceh di Banda Aceh.
Sumber lain menyebutkan, sikap BRR dinilai aneh pasalnya, SK Bapel BRR Aceh Nias terhadap 500 calon penerima telah disahkan Maret 2008. Pihak BRR Aceh, melalui komite verifikasi dan penertiban data, malah menyatakan bahwa data dari Aceh Tengah dan Bener Meriah belum diterima. Namun setelah dilakukan cross chek ternyata data tersebut telah diterima oleh penanggung jawab enteri data pada BRR Aceh Nias yang bernama Douglas.(gn)
Sumber : Serambi Indonesia



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar