Newsletter
Email:
Poll: Jajak Pendapat
Bagaimana Menurut anda situs KP4D.ONLINE yang baru ini?
BERANDA | REHAB DAN REKON | BRR Sesalkan Pembongkaran Rumah Bantuan Yayasan Bakrie

BRR Sesalkan Pembongkaran Rumah Bantuan Yayasan Bakrie

Font size: Decrease font Enlarge font

"Saya memahami harapan masyarakat tapi tentu saja sangat disayangkan bahwa rumah bantuan yang diberikan untuk korban tsunami itu justru dibongkar pemiliknya," kata Kepala BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, di Banda Aceh, Jumat.

Kuntoro menyatakan terlepas dari berbagai perbedaan pendapat maka bantuan Yayasan Bakrie tersebut telah diserahterimakan kepada penerimanya dan sepenuhnya telah menjadi milik dari masyarakat penerima.

Sebelumnya, sejumlah rumah bantuan Yayasan Bakrie di desa tersebut dibongkar dan dibakar pemiliknya dengan alasan bahan asbes yang digunakan sebagai material bangunan berbahaya terhadap kesehatan mereka.

Kuntoro didampingi juru bicara BRR Twk Mirza Keumala, menjelaskan saat Yayasan Bakrie mengusulkan pembangunan semua prosedur yang disyaratkan sudah dilakukan termasuk konsultasi dengan masyarakat.

"Sebelum serah terima dilakukan, Yayasan Bakrie telah mendapat persetujuan dari masyarakat penerima," tambahnya.

Dia menjelaskan terkait dengan penggunaan bahan asbestos, BRR juga telah memfasilitasi sebuah penelitian independen yang dilakukan Occupational Hygienic Scientist dari Australia.

"Peneliti independen terakreditasi dan sangat berpengalaman dalam pengujian asbes di Australia. Hasil penelitiannya antara lain menyatakan tidak terdeteksinya partikel asbes di udara dalam rumah, sudah pernah disosialisasikan BRR kepada semua pelaku pembangunan rumah di Aceh dan Nias," ujar Kuntoro.

Kebijakan BRR adalah tidak akan melakukan penggantian terhadap rumah yang dibongkar sendiri oleh warga.

"Karena BRR tidak boleh memberikan dua kali bantuan rumah kepada penerima. BRR tidak akan melakukan penggantian sama sekali atas rumah yang dibongkar oleh pemiliknya sendiri, ini sudah kebijakan kita," tegas Kuntoro.

Deputi Perumahan dan Permukiman BRR NAD-Nias Bambang Sudiatmo, mengatakan walau hasil tes menunjukkan bahwa rumah dan pemukiman tersebut aman untuk dihuni, namun BRR telah melakukan upaya untuk menjawab permintaan warga penerima bantuan guna meningkatkan kenyamanan menawarkan pelapisan dinding.

"Pelapisan dinding luar dengan ferro cement dan dinding dalam dengan multiplex bahkan sudah kita lakukan di dua rumah contoh. Survei sudah dilakukan, disain telah disiapkan dan anggaran juga dialokasikan. Tetapi pada saat akan dilaksanakan warga kemudian menolak, sehingga rencana ini tidak terealisasi," ujarnya. [TMA, Ant]

Sumber : Gatra.com 

Tambah ke: Add to your del.icio.us del.icio.us | Digg this story Digg

Komentar ( dikirim):

Beri Komentar comment

Masukkan kode gambar yang anda lihat pada gambar dibawah ini:

  • email Email to a friend
  • print Cetak
  • Plain text Plain text
Tags
No tags for this article
Rate this article
0
Powered by KP4D CMS