Ratusan Warga Korban Gempa Datangi Kantor BRR Regional V
Realisasi dana rehabilitasi perumahan dan bantuan 800 unit rumah bagi warga korban gempa Maret 2005 di Kecamatan Singkil dinilai tidak jelas, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Bencana Gempa (Forum MKBG) mendatangi kantor BRR Regional V di kawasan Pulo Sarok Singkil, Selasa (15/1).
Massa dari berbagai desa di Kecamatan Singkil ini mulai bergerak dari simpang tiga kantor Camat Singkil dengan membawa berbagai spanduk dan alat pengeras suara melakukan long march melalui Jalan Bahari Pulo Sarok menuju kantor BRR Regional V.
Dalam orasi yang disampaikan para orator, Forum MKGB meminta kejelasan tentang dana rehab yang dijanjikan BRR NAD-Nias kepada masyarakat Aceh Singkil.
Selain itu, bangunan 800 unit rumah relokasi yang terbengkalai pembangunannya, termasuk kualitasnya dinilai sangat rendah, kurang pengawasan dari BRR. Sehingga ada kontraktor melarikan diri meninggalkan bangunan rumah bantuan terbengkalai di Kuala Baru dan Pulau Banyak.
Kemudian, banyaknya staf di BRR NAD-Nias Regional V dari kalangan keluarga pejabat di regional itu.
Warga Kecamatan Singkil yang terkena langsung bencana gempa belum satu pun menerima bantuan perumahan dari BRR. Sementara di kecamatan lain yang hanya mendapat imbas kecil telah menerima bantuan perumahan untuk korban gempa.
Hal ini menjadi pertanyaan warga, dan meminta penjelasan langsung dari Kepala BRR NAD-Nias Regional V, Dr Fazri Alihar.
Fazri Alihar selanjutnya melakukan negosiasi, namun negosiasi yang dilakukan melalui perwakilan sempat ditolak sehingga suasana semakin panas dan penuh emosi. Apalagi cuaca panas terik membuat massa hampir tidak terkendali.
Aparat kepolisian yang dipimpin Wakapolres Aceh Singkil, Kompol Armaini SIK berhasil menenangkan massa dengan pendekatan memberikan berbagai solusi sesuai dengan keinginan massa pendemo.
Enam Poin
Akhirnya setelah dua kali pertemuan dengan perwakilan Forum MKGB disepakati enam poin, terutama poin realisasi dana rehabilitasi perumahan yang sempat ditolak dalam pertemuan dengan perwakilan pertama.
Dalam pertemuan kedua disepakati BRR Regional V dalam waktu dua minggu akan memberikan jawaban keputusan kapan waktu realisasi dana rehabilitasi perumahan di wilayah Regional V diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Dana rehab sendiri disebutkan sudah tersedia di Bapel Pusat (Banda Aceh), hanya saja menunggu SK Kepala Bapel BRR NAD-Nias. Sedangkan penerima dana rehab ditentukan oleh Kom Vertib yang diketuai Kapolres.
Pembangunan perumahan dipastikan akan selesai November 2008, kontraktor nakal akan diputus dan kemudian akan menyeleksi kontraktor yang kualifait, penyelesaian tentang pembebasan tanah dengan baik.
Relokasi, rekonstruksi, rehab dan BSBT akan divalidasi oleh tim Vertib perumahan yang diketuai oleh Wakapolres Aceh Singkil.
Kemudian, pihak BRR meminta dukungan masyarakat serta kerjasama dan kontrol agar semua proyek pembangunan di Aceh Singkil dapat selesai dengan cepat, kata Fazri Alihar.
Usai dibacakan kesepakatan tersebut massa yang juga ikut ibu rumah tangga, itu akhirnya membubarkan diri.
Unjukrasa terhadap kinerja BRR ini merupakan yang kedua. Pekan sebelumnya puluhan ibu-ibu melakukan hal yang sama namun hanya sampai ke kantor Camat Singkil dengan mendatangkan pihak BRR ke kantor camat. (sjp)
Sumber : Harian Analisa Online



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar