Rumah Korban Tsunami Berkualitas Buruk
Kamis, 31 Januari 2008. Bireuen | Harian Aceh—Sejumlah korban tsunami di pesisir kecamatan Samalanga terancam akan kehilangan rumah. Pasalnya, rumah bantuan yang telah mereka dapatkan kondisinya kini telah lapuk dan sebagian menunggu roboh.
Usman Affan, 40, Geuchik Desa Angkieng Barat, Samalanga, kepada Harian Aceh di Samalanga, Rabu (30/1) mengatakan, hal itu karena kualitas konstruksi dan bahan kayu yang dipakai sangat buruk.
Dikatakan Usman, sebanyak 84 unit rumah semipermanen bantuan TDH Jerman yang telah selesai dibangun sekitar Mei 2006 lalu kini kondisinya sangat riskan untuk terus ditempati. Kayu yang dipakai berkualitas sangat buruk sehingga hanya dua bulan setelah ditempati korban tsunami, sebagian besar dinding dan penyangganya melapuk dan keropos dimakan rayap.
“Dalam rumah warga sekarang banyak debu seperti bedak yang beterbangan. Selain mengotori lantai, warga takut akan terganggu kesehatannya,” kata Affan.
Selain itu, tambahnya, ikatan batu-bata juga telah retak-retak yang diduga karena adukan semen tidak menurut standar. Saat ini, katanya, sebagian besar dinding kayu di hampir semua rumah telah rusak.
Pemilik rumah telah berupaya menggantinya dengan memakai kayu bekas, namun ada sejumlah warga yang tidak sanggup menggantinya sehingga dinding yang telah keropos itu dibiarkan bolong-bolong.
Usman meminta kepada NGO mana pun untuk dapat melakukan rehabilitasi rumah warga di sana, karena jika terus dibiarkan, kondisi rumah dalam setahun mendatang dipastikan tidak dapat dihuni lagi.
Hal sama terjadi di Desa Meunasah Lancok, Kemukiman Tanjongan, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Geuchik Desa Meunasah Lancok, Usman Yusuf, 48, di Samalanga mengatakan, sejumlah rumah semi permanen bantuan TDH Belanda bekerja sama dengan LSM Fosoma juga bernasib sama. Rumah di sana perlu segera direhab karena jika terus dibiarkan akan rusak total sehingga warga tidak dapat menghuninya lagi. Jika ini terjadi, katanya, akan menimbulkan masalah baru di masa datang.(del)
Sumber : Harian Aceh



del.icio.us
Digg
Komentar ( dikirim):
Beri Komentar